5 Kesalahan Fatal dalam ITSM yang Harus Anda Hindari

kesalahan fatal ITSM yang harus dihindari

 

Saat berbincang dengan tim Information Technology Service Management (ITSM) yang mencari tools baru untuk menyelesaikan berbagai masalah IT, terungkap bahwa mereka sering menghadapi masalah yang jauh lebih dalam daripada sekedar tools ITSM yang sudah ketinggalan zaman, terlalu kompleks atau diimplementasi dengan buruk. Mereka melakukan kesalahan-kesalahan dengan ITSM, dan cukup mereka saja yang melakukannya. Jangan sampai Anda mengikuti jejak mereka. Hindari 5 kesalahan fatal berikut ini:

 

Memaksa user memilih shadow IT

Tidak menyadari apalagi mengabaikan kebutuhan para user mau tak mau membuat mereka memilih shadow IT, sebuah sistem yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan user tanpa persetujuan dari organisasi tempat user bernaung. Pendek kata, shadow IT itu tidak resmi. Jika sampai user lebih memilih shadow IT, bisnis bisa mengalami risiko signifikan karena organisasi menjadi rentan terhadap security breach, data loss dan pelanggaran software licensing policy. Relakah Anda dan tim digantikan dengan sesuatu yang tidak resmi?

 

Mengecewakan user dengan service experience yang buruk

Solusi seperti self-service/strategi komunikasi multi-channel bukan solusi yang baik jika Anda ingin memberikan service experience yang menyenangkan, karena kekecewaan user akan berdampak pada menurunnya adoption rates, dan kembali lagi ke poin pertama, user akan beralih ke shadow IT.

 

Membiarkan human error merajalela

Human error akan merajalela jika Anda tidak melakukan otomatisasi terhadap setidaknya proses dan workflow ITSM Anda yang paling dasar. Efisiensi dan kecepatan pun akan terganggu jika Anda gagal melakukan otomatisasi.

 

Menggunakan metriks tradisional

Metriks operasional ITSM yang fokus terhadap kinerja dan tools tim ITSM hanya bagus untuk mengetahui keadaan operasional saat ini dan pada masa lalu, tapi gagal menunjukkan kontribusi tim terhadap keberhasilan bisnis perusahaan. Saat mengambil keputusan strategis yang berhubungan dengan IT, para pemimpin bisnis tidak menggunakan metriks tradisional seperti itu sebagai referensi.

 

Tidak siap beradaptasi terhadap perubahan bisnis

Mempertahankan kegiatan operasional IT saja tak cukup. Anda harus menjadi inovator yang menciptakan strategi bisnis dan beradaptasi terhadap perubahan agar bisnis bisa menjadi yang terdepan dalam persaingan. Risiko dari tidak siap beradaptasi terhadap perubahan adalah tersingkir dari meja manajemen dan tim tak lagi berguna dalam organisasi.

 

Referensi: https://www.ivanti.com/blog/5-things-youre-doing-wrong-with-itsm/

Latest News

Temukan Fakta Unik Natal di Sini!

Readmore

APAC CIO Outlook Magazine

PT Realta Chakradarma featured as TOP 50 Most Promising Microsoft Solution Provider 2016 - CIO ...

Readmore

Realta Presents Realta Business Symposium 2016

 

Semakin disadari, Teknologi Informasi dan Komunikasi (IT) berpotensi mentransformasi bisnis dan ...

Readmore

Aplikasi Helpdesk Indonesia

id.wikipedia.org, Jakarta - Lama berhubungan dengan dunia IT, apalagi yang berhubungan dengan ...

Readmore

RCD dan PTBSI Gelar National Conference 2016

PT Realta Chakradarma (RCD) dan sister company-nya PT Bisnis Sistem Indonesia (PTBSI) kembali ...

Readmore