Memilih Discovery Tool Itu Seperti Memilih Pasangan Hidup, Apa Kriteria yang Harus Ada?

cara memilih discovery tool yang tepat

 

Memilih discovery tool itu layaknya Anda ingin memilih pasangan hidup. Ada banyak pilihan bagus di luar sana, namun bagian tersulitnya adalah memilih hanya satu saja, bagaimana pilihan yang Anda pilih adalah pilihan yang tepat dan Anda tidak membuang-buang waktu percuma.

 

Jadi bagaimana Anda memilih discovery tool yang tepat?

Kuncinya terletak pada mengenal lebih jauh tentang environment Anda, sama seperti Anda perlu mengenal diri sendiri sebelum memilih pasangan hidup. Jangan sampai membuang waktu untuk ber-eksperimen dengan tool yang ada sampai Anda memahami environment yang benar-benar Anda butuhkan.

 

Anda mungkin akan bertanya, “Saya tidak tahu apa yang ada di dalam environment saya, jadi bagaimana saya bisa tahu apa yang saya butuhkan? Itulah mengapa saya membutuhkan discovery tool.” Jika kondisi Anda memang seperti itu, maka berpeganglah pada tiga prinsip sederhana ini:

 

1. Pilih discovery tool yang menyediakan coverage yang luas

Tak ada yang lebih menyebalkan daripada memiliki pasangan hidup yang hanya ingin melakukan satu hal saja. Keberagaman adalah bumbu kehidupan, sama halnya seperti memilih discovery tool yang tepat. Tidak setiap discovery tool mampu memberikan dan membantu Anda dalam menangani environment Anda yang beragam. Beberapa discovery tool hanya bisa digunakan untuk sistem operasi tertentu seperti Windows atau hanya dapat dimanfaatkan untuk desktop atau data center saja.

 

Sekali lagi, seperti apa environment Anda? Anda menggunakan sistem operasi yang beraneka ragam? Windows, Mac atau Linux? Hardware dan software apa saja yang digunakan? Dan, jika Anda tidak tahu setiap jawaban yang diperlukan, tidak masalah. Mulailah dengan yang Anda tahu, baru Anda mencari discovery tool yang tepat.

 

Pastikan Anda menanyakan ini kepada penyedia discovery tool tersebut:

•Bagaimana Anda meng-collect data untuk [x]? Ganti x dengan Windows, Linux, Mac, PC, Laptop, Server, Mobile Device, dll.

•Bagaimana Anda mengetahui apa saja software/aplikasi yang di-install? Juga bagaimana mereka dapat membantu Anda dalam proses menambahkan/membuang program, registry keys, files, dsb.

•Apakah ada special network permission/user yang diperlukan untuk mendapatkan data ini? Misalnya, terkadang akses admin diperlukan saat melakukan scan terhadap Linux environment.

 

2. Pilih discovery tool yang dapat menormalisasi data

Dalam memilih pasangan hidup, penting untuk menemukan seseorang yang memahami Anda. Misalnya, mereka bisa memahami humor dan juga keseriusan Anda. Data IT pun demikian. Setiap hardware manufacturer atau software publisher memiliki keunikannya sendiri. Kuncinya adalah menemukan sebuah tool yang dapat memahami segalanya tentang Anda dan menggabungkannya menjadi satu data feed yang consumable.

 

Bagi Anda yang masih asing dengan istilah normalisasi, normalisasi adalah proses yang terjadi saat data ditransformasi sehingga memiliki nama standar, mapping structure dan klasifikasi atau pengkategoriannya. Pada dasarnya, normalisasi bersifat fleksibel dan dapat memastikan bahwa data Anda dapat dibandingkan dengan valid dan menjadi informatif. Jangan repot-repot mencoba memahami data yang belum dinormalisasi.

 

Pastikan Anda menanyakan ini kepada penyedia discovery tool tersebut:

•Apakah tool Anda memiliki aturan normalisasi yang out-of-the-box?

•Bisakah saya mengubah aturan tersebut agar bisa cocok dengan nomenclature di environment saya?

•Bisakah saya membuat aturan saya sendiri?

 

3. Pilih discovery tool yang dapat menyimpan semua data dalam satu database terpusat

Anda tentunya tidak ingin memiliki pasangan hidup yang tidak bisa menetap secara permanen di satu tempat tinggal tertentu. Apabila itu terjadi, maka akan menimbulkan kesulitan untuk diri Anda sendiri.

 

Memiliki tempat tinggal yang pasti dan tetap adalah seperti memiliki database terpusat untuk seluruh environment yang Anda miliki di perusahaan. Jadi, setiap saat Anda membutuhkan data baik untuk kegiatan operasional dan juga untuk analisis, Anda dapat dengan pasti melihat seluruh informasi yang Anda butuhkan di database terpusat tersebut. Database terpusat ini tidak hanya menyimpan seluruh data yang ada di environment Anda, tetapi juga harus me-maintain ongoing repository dan mencatat semua perubahan yang terjadi untuk dilakukan historical analysis.

 

Pastikan Anda menanyakan ini kepada penyedia discovery tool tersebut:

•Apakah discovery tool Anda dapat juga berintegrasi dengan discovery tool yang lain?

•Apakah data mudah diakses atau saya harus mendapatkan dari berbagai sumber lainnya?

•Apakah semua perubahan yang terjadi di environment Anda tercatat dengan baik?

•Proses rekonsiliasi apa yang digunakan untuk menyimpan data dan meminimalisir duplikasi?

 

Referensi: https://www.ivanti.com/blog/the-surprising-way-choosing-a-discovery-tool-is-like-dating/

Latest News

Temukan Fakta Unik Natal di Sini!

Readmore

APAC CIO Outlook Magazine

PT Realta Chakradarma featured as TOP 50 Most Promising Microsoft Solution Provider 2016 - CIO ...

Readmore

Realta Presents Realta Business Symposium 2016

 

Semakin disadari, Teknologi Informasi dan Komunikasi (IT) berpotensi mentransformasi bisnis dan ...

Readmore

Aplikasi Helpdesk Indonesia

id.wikipedia.org, Jakarta - Lama berhubungan dengan dunia IT, apalagi yang berhubungan dengan ...

Readmore

RCD dan PTBSI Gelar National Conference 2016

PT Realta Chakradarma (RCD) dan sister company-nya PT Bisnis Sistem Indonesia (PTBSI) kembali ...

Readmore